¢
Perancangan Jaringan Menggunakan
IP Address and Subnet Address
Pengalamatan IP
IP Address and Subnet Address
Pengalamatan IP
¢
Di dalam jaringan TCP/IP setiap terminal
diidentifikasi dengan sebuah alamat IP unik.
¢
Kecuali Router dapat memiliki lebih dari sebuah alamat
IP, karena itu disebut sebagai Multihomed Device.
¢
Ilustrasi Pengalamatan IP
¢
Badan Internasional Pengelola IP
¢ Di Asia Pasific
pengelolaan IP dilakukan oleh Asia Pacific Network Information Center (APNIC).
¢ APNIC bertugas sebagai
pembagi blok nomor IP dan nomor Autonomous System (AS) kepada para ISP di
kawasan Asia Pasific, selain itu juga mengelola authoritative resgistration
server (whois) dan reverse domains (in-addr.arpa).
¢
Badan Internasional Pengelola IP
¢ Selain APNIC badan-badan
lain yang bertugas melakukan manajemen IP ini antara lain :
-
America Rregistry for Internet Number (ARIN)
-
Reseaux IP Europeens (RIPE)
-
African Regional Internet Registry Network Information Center (AFRINIC)
¢
Koordinasi Internasional dari ke-empat badan tersebut dipegang oleh
International Assigned Number Authority (IANA).
¢
Kategori Pengalamatan IP
¢
Ada 3 macam kategori pengalamatan IP, yaitu:
- Classfull Addressing
(conventional): pengalamatan berdasarkan kelas, tanpa perlu ada subnetting.
- Subnetted Classfull Addressing:
pengalamatan dengan subnetting.
- Classless Addressing: CIDR
¢
Mengapa SubNetting?
¢
SubNetting adalah proses membagi sebuah network
menjadi beberapa Sub-network.
¢ Sebagai contoh, dalam
sebuah jaringan lokal yang menggunakan alamat kelas B 172.16.0.0 terdapat
65.534 host address.
¢
Efisiensi pengelolaan jaringan dapat ditingkatkan dengan cara melakukan
subnetting terhadap network tersebut.
¢
Mengapa SubNetting (Cont.)
¢ Alasan-alasan perlunya
dibentuk subnetting antara lain :
-
Memudahkan pengelolaan jaringan.
-
Mereduksi traffic yang disebabkan oleh broadcast maupun benturan (collision).
-
Membantu pengembangan jaringan ke jarak geografis yang lebih jauh (LAN ke MAN).
¢
Ilustrasi sebuah Network tanpa Subnet
¢
SubNetting
¢
Pembentukan subnet dilakukan dengan cara mengambil
beberapa bit pada bagian HostId untuk dijadikan SubnetId. Contoh:
¢
Subnet Mask
¢
Subnet Mask (Cont.)
¢
Dalam contoh di atas, sebuah jaringan kelas B dengan
Network-Id : 154.71.0.0.
¢
Subnet Mask dalam bentuk desimal adalah: 255.255.248.0
¢
Dengan demikian 5 bit pertama pada octet ke 3 adalah Subnet-Id,
sedangkan sisa bit adalah Host-Id.
¢
Default Subnet-Mask
¢
Konversi Subnet-Mask
1 0
0 0 0
0 0 0 = 128
1 1
0 0 0
0 0 0 =
192
1 1
1 0 0
0 0 0 = 224
1 1
1 1 0
0 0 0 = 240
1 1
1 1 1
0 0 0 = 248
1 1
1 1 1
1 0 0 =
252
1 1
1 1 1
1 1 0 = 254
1 1
1 1 1
1 1 1 =
255
¢
Menentukan SubNet-Id
¢
Menentukan Subnet-Id
¢
Router menentukan sebuah IP address merupakan anggota
dari subnet tertentu melalui proses masking seperti dalam gambar di atas.
¢
IP address: 154.71.150.42 dioperasikan AND
dengan subnet-mask. Didapat Subnet-Id: 18.
¢
Sedangkan IP address dari subnet tersebut adalah:
154.71.144.0.
¢
IP Address dari Subnet
¢
Contoh Kasus 1
¢
Sebuah jaringan dengan network-id: 192.16.9.0 akan
dibagi ke dalam 3 buah subnet. Tentukan IP address untuk setiap subnet.
No IP 192.16.9.0 adalah Kelas C, dengan
host-Id berada pada 8 bit terakhir. Karena itu, subnet-id harus berada pada 8
bit terakhir.
¢
Penyelesaian Kasus 1
Kebutuhan 3 subnet berarti membutuhkan
sebanyak 3 bit.
Karena itu subnet-mask ditentukan:
11111111.11111111.11111111.11100000
255. 255. 255.
224
¢
Penyelesaian Kasus 1
Kombinasi
subnet: 000, 001, 010, 011, 100, 101, 110, 111.
Karena itu 3 bit
pertama dialokasikan untuk subnet.
192.16.9.b b b b
b b b b
subnet
¢
Penyelesaian Kasus 1:
¢
Kesimpulan Kasus 1
¢
Jumlah subnet yang terbentuk ada 23=8. Tetapi
subnet 000 dan 111 tidak dapat digunakan. Karena itu jumlah subnet yang dapat
digunakan adalah: (23-2=6).
¢
Jumlah host yang terbentuk untuk masing-masing subnet
25=32. Sedang host yang dapat digunakan sebanyak 25-2=30.
Host-Id: 00000 dan 11111 tidak dapat digunakan.
¢
Contoh Kasus 2
¢
Untuk konfigurasi jaringan di samping, Net-Id:192.168.17.0. Setiap subnet hanya membutuhkan 12 buah
host. Tentukan konfigurasi IP untuk jaringan tersebut!
¢
Contoh Kasus 3
¢
VLSM
¢
VLSM à Variable Length
Subnet Masking.
¢
VLSM memberbaiki kekurangan metoda conventional
subnetting.
¢
Contoh Kasus 4
¢
Diketahui sebuah alamat jaringan 172.16.0.0/16 dan diminta untuk
menyediakan 5 buah subnet yang masing-masing memiliki 100 host, dan 3 subnet
yang masing-masing memiliki 2 host. Konfigurasi Jaringan:
¢
Penyelesaian
¢ Untuk menyediakan
minimal 100 host diperlukan 7 bit (27 – 2 = 126).
¢ Dengan demikian subnet
yang dapat diambil adalah 16 – 7 = 9 bits.
¢
Dengan tersedianya 9 bit untuk dijadikan subnet, maka secara keseluruhan
total subnet yang bisa disediakan adalah 29 = 512 subnet.
¢
Penyelesaian (Cont.)
1. 1010 1100
0001 0000 0000 0000
0000 0000 = 172.16.0.0
2. 1010 1100
0001 0000 0000 0000
1000 0000 = 172.16.0.128
3. 1010 1100
0001 0000 0000 0001
0000 0000 = 172.16.1.0
4. 1010 1100
0001 0000 0000 0001
1000 0000 = 172.16.1.128
5. 1010 1100
0001 0000 0000 0010
0000 0000 = 172.16.2.0
6. 1010 1100
0001 0000 0000 0010
1000 0000 = 172.16.2.128
dan seterusnya
¢
Penyelesaian (Cont.)
¢
Subnet no 1 – 5 digunakan untuk mengalamati
sub-network yang dimaksud dalam soal.
¢
Sedangkan untuk 3 buah subnet dengan jumlah host masing-masing 2 host,
dapat diambil dari subnet ke-6 yaitu 172.16.2.128. Kita mengambil subnet
tersebut dikarenakan subnet 1 s.d subnet ke-5 sudah digunakan untuk memenuhi
permintaan 5 jaringan dengan host 100 per subnet.
¢
Penyelesaian (Cont.)
¢ 1010 1100 0001 0000
0000 0010 1000 0000 = 172.16.2.128
7 bits untuk
subnet berikutnya
¢
Dari nomor jaringan 172.16.2.128 yang mempunyai 7 bits sebagai bagian dari
host, untuk memenuhi kebutuhan 2 host yang diminta per jaringan, maka hanya
dibutuhkan 2 bit saja, sehingga sisa bit host (7 bit) dikurangi dengan 2 bit
untuk alamat host, dengan sisa bit yang dapat digunakan untuk subnet-id
adalah 5 bit.
¢
Penyelesaian (Cont.)
¢ 1010 1100 0001 0000
0000 0010 1 000 0000 = 172.16.2.128
¢ 1010 1100 0001 0000
0000 0010 1 000 0100 = 172.16.2.132
¢ 1010 1100 0001 0000
0000 0010 1 000 1000 = 172.16.2.136
Subnet-Id Host-Id
¢
Penyelesaian (Cont.)
¢
Contoh Kasus 5
¢
Sebuah Network Kelas C dengan Net-Id =
201.45.222.0/24. Buatlah 6 buah subnet dengan ketentuan:
1 subnet dengan kapasitas 126 host.
1 subnet dengan kapasitas 62 host.
4 subnet dengan kapasitas 14 host.
¢Penyelesaian
¢
Kasus 6
Buatlah
alokasi VLSM dari alamat 192.168.1.0/24 untuk 5 jaringan dengan masing-masing
host 12 host dan 5 jaringan dengan masing-masing host terdiri dari 2 hosts
secara point-to-point.
¢
Kasus 7
Buatlah
alokasi VLSM 202.155.19.0/24 untuk 1 jaringan dengan total host 58, 2 jaringan
dengan masing-masing terdiri dari 25 hosts, 5 jaringan dengan jumlah host
masing-masing 5 host dan 2 host masing-msing terdiri dari 2 hosts.
¢
Kesimpulan
¢
Metoda conventional subnetting hanya menambah 1 buah
level hirarki pengalamatan IP (i.e., Network-Id, Subnet-Id, Host-Id).
¢
Subnetting membagi network menjadi subnet dengan
jumlah host yang sama untuk setiap subnet.
¢
Terdapat beberapa no IP yang tidak dapat digunakan
(terbuang).